Rabu, 16 Februari 2011

BAB 2. Manusia dan Cinta Kasih

CINTA.
Jika kita mendengar kata itu maka kita akan teringat pada satu definisi dasar yang berhubungan dengan perasaan yang mungkin dapat mengingat kan kita pada seorang yang memiliki arti khusus dalam diri atau hidup kita. Perasaan itu "Cinta" pasti akan datang pada diri setiap manusia di tampik atau tidak. Nurani setiap manusia pastiakan mengakui tentang perasaan yang satu itu "Cinta" hanya saja mulutlah yang berkata bohong.
Cinta hanya datang pada makhluk Tuhan yang bernama manusia karena pada diri setiap diri manusia akan selalu diimbangi oleh akal dan nafsu. Dan cinta tidak akanpernah datang pada makhluk Tuhan lainnya karena mereka " Makhluk Tuhan Selainmanusia" hanya memiliki nafsu saja atau bahkan tidak sama sekali. Sebagai contoh sederhana malaikat, ia hanya memiliki kebaikan saja dan selalu beribadah pada Tuhanbegitu pula Iblis yang hanya memiliki nafsu keburukan "menghasut dan selalu mengajak kita "manusia" agar mengikuti jalannya". Kebaikan dan keburukan tersebutdapat dikategorikan kedalam nafsu atau emosionalitas. pada binatang dantumbuhanpun demikian. hewan atau binatang hanya memiliki nafsu dan bukan cinta karena pada hewan atau binatang tidak disertai akal dan nurani.
Perasaan yang berawal dari pandangan mata hingga turun kehati merupakan bagiandari hidup dan kehidupan manusia, yang esensinya dapat melahirkan kreatifitas dancipta atau hasil karya melalui proses akhir, yaitu tanggung jawab. cinta pada dasarnyadapat dikatakan sebagai budaya yang menggunakan perasaan serta akal sehat.

* Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni yang dituangkandalam goresan kertas dan kanvas seperti seni lukis dan gambar.
* Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni yang memadukan irama dan nada dalam satu dinamisasi yang dikenal sebagai lagu dan senimusik.
* Dari sebuah cinta dapat melahirkan satu bentuk seni melalui goresan penayang disebut sajak, pantun atau novel
* Dari sebuah cinta dapat melahirkan tanggung jawab, baik pada pasanganatau orang yang kita cintai atau pada lainya, maka
* Dari sebuah cinta terlahir manusia-manusia baru penghuni semesta kitaini.

Ungkapan yang ditimbulkan dari satu kata cinta tentulah tidak dapat di lepaskan darisuatu media perantara yang dapat menggambarkan dan memvisualisasikan sertamendefenisikan tentang perasaaan "Cinta" tersebut, baik melalui alat komunikasi"bahasa" yang melahirkan sajak, puisi dan lain sebagai nya atau bahkan yangmeng-irama-kan nada dan simphony.
Jika kita berbicara mengenai cinta maka itu pun tidak dapat di pisah kan dengan unsur-unsur seni dan kebudayaan yang ada. Cinta sama dengan budaya yaitu suatu rasa, karya dan karsa.
Cinta bukan lah suatu monopoli orang dewasa saja tetapi cinta juga dapat hadir pada anak kecil tanpa memandang siapa, dari mana, warna kulit dan lain sebagai nya. Karena cinta pada dasarnya adalah suatu rasa yang sangat sulit untuk diungkiapkan,baik dengan kata atau nada. Cinta itu sendiri tidak dapat dipisah kan dari kasih dansayang karena keduanya "antara kasih dan sayang" merupakan aplikasi lanjutan atau esensi dari sebuah kata cinta melalui beberapa kata dalam satu kata tingkat tinggi,yaitu tanggung jawab.
Cinta itu sendiri memiliki unsur-unsur yang mempengaruhinya. Dengan kata lainpenunjang sebagai pembuktian dari pengorbanan karena cinta syarat akanpengorbanan. Seperti, : Tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, pengertian salingpercaya dan terbuka dan masih banyak lagi.

Studi kasus : MUHAMMAD IQBAL. Seorang philosof Pakistan mengatakan tentangcinta. Cinta di mata Iqbal memiliki dimensi spritual yang dinamakan Isyq-o muhasbatyang memberikan daya kreatifitas yang hidup dan sebagai berdirinya suatu pribadidan kepribadian. Dimana cinta menduduki urutan yang pertama dalam tariqh (suatujalan, cara atau ikhtiar) hingga menuju penyempurnaan diri dan pensucian hati. Cintamenurutnya juga merupakan stasiun terakhir yang terletak pada Tuhan yang bersifatfundamental.


Kesimpulan dan pendapat saya tentang tulisan diatas yaitu manusia tidak bisa lepas dari yang namanya cinta dan kasih sayang karena pada hakekatnya manusia diberikan hati nurani oleh Allah SWT. dan kita haruslah mensyukuri hal tersebut.
jadi jadikanlah rasa cinta dan kasih sayang yang ada dalam diri kita sebagai penyemangat hidup dan menjadi hubungan antara makhluk agar menjadi lebih indah.
thanks...

0 komentar:

Poskan Komentar